Translate

Thursday, July 12, 2012

STRESSS??????

“...Mengapa engkau tertekan hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepadaNya, penolongku dan Allahku...” (Mazmur 42 : 5)

Mendengar kata “STRES” pastilah tidak asing di telinga kita. Setiap orang pasti pernah mengalaminya, entah yang tua atau muda, yang besar atau kecil, yang kaya atau miskin, yang terpelajar ataupun yang kurang terpelajar. Semuanya merasakan bagaimana kehidupan ini diwarnai dengan bumbu kehidupan yang namanya suka-duka, sehat-sakit, bahagia-menderita, berhasil-gagal dan lain sebagainya. Saat bumbu kehidupan yang membahagiakan terjadi dalam kehidupan kita, mungkin itulah yang kita rasakan sebagai surga dunia. Kita bisa berkata...Tuhan aku ingin hidup lebih lama. Tetapi, bagaimana saat bumbu kehidupan yang menyedihkan hati kita itu terjadi, mungkin kita akan berkata sebaliknya “Tuhan aku tidak sanggup hidup lebih lama lagi”.

Begitu pula dalam kehidupan ini, banyak sekali masalah yang terjadi dalam hidup kita, entah hambatan, kesulitan, kegagalan demi kegagalan baik dalam pendidikan, asmara, rumah tangga, bisnis, yang membuat kita semakin jatuh dan tertekan. Dan pada akhirnya kegagalan atau hambatan seringkali membuat setiap orang, termasuk kita anak-anak Tuhan, menjadi takut dan kemudian berhenti untuk mencoba lagi atau bangkit, bahkan akhirnya menyebabkan stres yang bisa berakibat pada kematian.

Berikut ini beberapa terobosan ataupun langkah untuk mengatasi stress yang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan :

1. Secara Alami: Jalan Dengan Kaki Telanjang
Dalam hal ini yang dimaksudkan bukan jalan tanpa menggunakan alas kaki di dalam rumah tetapi lebih ditekankan di luar rumah dimana kondisi jalannya tidak rata/bervariasi bentuknya seperti di pekarangan rumah yang berkerikil, karena riset yang dilakukan di UCLA menemukan, jalan dengan kaki telanjang membantu mengatasi stress sampai 62%. Stimulasi pada telapak kaki mengaktifkan ujung-ujung saraf yang disebut reflexes dimana ujung-ujung saraf itu sangat penting untuk meningkatkan sirkulasi darah, merilekskan sistem saraf pusat dan memicu kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon rasa senang yang diperlukan untuk memerangi efek negatif stres.

2. Secara Rohani
a. Menyanyi Dan Tertawa
Setiap hari tentunya kita pernah menyanyi ataupun tertawa, hal ini karena situasi di dalam hati kita dan di sekitar kita yang mendukung, seperti kita mendapatkan hadiah, lulus dengan nilai baik, mendapatkan pacar dan lain-lain. Studi-studi menunjukkan, tertawa dan menyanyi membantu melepaskan endorphins, penawar rasa sakit alamiah yang membuat kita merasa lebih tenang. Setel lagu-lagu favorit atau rohani yang membangkitkan semangat di pagi hari atau yang menenangkan hati kita, ataupun saat kita beraktivitas dimana saja sambil kita menyanyi karena dapat membantu mengurangi efek stres.

b. Bermain Dengan Hewan Peliharaan
Riset baru dari University Of North Carolina di Chapel Hill menemukan, memeluk hewan peliharaan selama 20 detik atau bergandengan tangan dengan seseorang yang kita sayangi entah orangtua, saudara, kekasih, atau suami-istri selama 10 menit. Hal ini akan meningkatkan produksi oxytocin, suatu hormon anti stres. Efek positif dari hubungan yang hangat (kontak fisik) tersebut juga melindungi sistem kardiovaskular.

c. Mulai belajar melihat semua persoalan dari sisi positif
“...Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiyaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat...” (II Korintus 12 : 10)

# Jangan Takut 
Saat masalah atau persoalan datang, jangan berpikiran, bahwa kita tidak akan mampu melewatinya ataupun kita malah menyalahkan Tuhan, “Tuhan, mengapa persoalan itu menimpa hidupku”, ataupun kita berteriak-teriak, “Tuhan, aku sedang mengalami masalah yang besar.” Dalam situasi seperti itu, kita hendaknya berteriak kepada masalah itu, “Hai masalah, aku tidak akan takut menghadapimu karena aku punya Allah yang lebih besar”. Sebab, kita semua percaya, bahwa kita sebagai anak-anak Tuhan tidak akan dibiarkan Tuhan untuk berjalan sendirian, karena kita akan dimampukan dalam melewati semua masalah atau persoalan hidup kita.

# Masalah Akan Kita Taklukkan
Hal yang harus kita sadari, bahwa Tuhan mengijinkan semua masalah atau persoalan hidup terjadi dalam kehidupan kita karena Tuhan sedang membentuk kita. Kita seperti sebuah bejana yang dibentuk oleh tukang periuk sehingga terbentuk menjadi bejana yang indah. Semua persoalan atau masalah yang terjadi akan membuat kita menjadi semakin tumbuh dalam iman dan pengharapan akan Tuhan. Kita harus percaya, bahwa sesuatu yang mustahil bagi kita, Tuhan akan sanggup menolong kita dengan caraNya yang ajaib, bahkan akan Tuhan selesaikan tepat pada waktuNya.

# Tuhan Selalu Menyertai Kita
Kita juga harus menyadari, walaupun seakan-akan kita berjalan sendirian melewati badai persoalan dalam hidup kita, tetapi Tuhan selalu ada di sisi kita setiap saat karena Dia adalah Emmanuel – Allah yang selalu menyertai kita. Dia yang berperang melawan masalah kita. Dia yang menopang kita saat kita jatuh dalam persoalan. Bahkan, Dia yang menggendong kita saat kita sudah tidak sanggup berjalan lagi dalam kesulitan.


b. Menjaga Perkataan Kita Agar Menjadi Positif Dan Membangun
“...Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu...” (Filipi 4 : 8)

# Bangkit
Bangkit di sini adalah saat kita sedang jatuh dalam persoalan seringkali kita tidak mau mencoba untuk mengatasi masalah kita. Kita hanya dapat pasrah atas keadaan kita, dan bahkan kita sering berkata, “aku merasa tidak sanggup lagi menghadapinya”. Akan tetapi, kita sebagai anak Tuhan harus percaya, bahwa saat kita mengandalkan Tuhan, kita akan mendapat kekuatan baru. Kita akan mampu mengatasi semua masalah kita. Setiap saat, berkata-katalah yang membangun diri “Aku anak Tuhan, aku pasti bisa melakukannya lagi. Aku pasti bisa berhasil. Aku pasti menang, dsb Karena Tuhan adalah penolongku.”

# Mengucap Syukur
Hal tersulit saat kita sedang mengalami masalah adalah mengucap syukur. Mungkin, kita sering berkata, “Bagaimana aku bisa mengucap syukur. Aku gagal lagi. Aku dimarahi lagi. Aku sakit terus tidak sembuh-sembuh...” Meskipun demikian, kita harus percaya, bahwa saat kita mengucap syukur atas semua persoalan kita, Tuhan akan memberikan berkat yang melimpah untuk kita, bukan hanya dalam bentuk materi, kesehatan, sukacita, damai sejahtera, tetapi lebih dari itu, yaitu kasih setia dan pengampunan dari Tuhan.

# Memberkati Orang Lain
Seringkali saat orang lain yang membuat kita sedih atau menyakiti hati kita, yang keluar dari mulut kita hanya dendam, marah, atau benci. Ingatlah, apa yang kita pikirkan itu yang akan keluar dari mulut kita. Mengapa kita tidak sanggup mendoakan orang tersebut dan memberkatinya dengan tulus? Percayalah, karena saat kita minta Roh Kudus mengubah hati kita, yang ada dalam pikiran kita hanya berkat, kasih, dan pengampunan. Dengan Roh Kudus, kita akan dimampukan untuk melakukan itu, sehingga kata-kata yang keluar dari mulut kita hanya: “Aku mengasihimu. Aku memaafkanmu. Aku memberkatimu.”

# Memperkatakan Dan Melakukan Firman Tuhan
Saat tidak ada jalan keluar lagi atas masalah kita yang berat dan semua cara sudah kita coba, tetapi tidak membuahkan hasil, serahkanlah semuanya itu kepada Tuhan sebagai jalan terakhir. Biarlah apa yang Tuhan rencanakan atas hidup kita itu yang terjadi. Kita percaya rencana Tuhan itu indah pada waktunya. Kita dapat mengetahui keinginan Tuhan atas hidup kita dengan membaca firmanNya. Saat itulah kita akan dikuatkan dan diteguhkan dengan memegang teguh, memperkatakan dan melakukan firmaNya.

Dalam Alkitab, ada beberapa tokoh yang pernah mengalami stres termasuk Daud, sebelum menjadi seorang Raja yang diurapi Tuhan dan Nabi Tuhan. Daud pernah mengalami masalah yang cukup berat, ketika dia dikejar-kejar oleh Raja Saul dan para pengikutnya untuk dibunuh. Daud yang saat itu sedang bingung dan tidak tahu harus berbuat apa dalam menghadapi masalahnya bersembunyi di gua Adulam. Meskipun demikian, dia tidak berdiam diri saja (pasrah menghadapi masalahnya). Dia mau bangkit mendengarkan perkataan imam Abimelekh untuk kembali keYehuda, dan menyerahkan semua permasalahan hidupnya kepada Tuhan. Pada akhirnya, bukan hanya dari dirinya lahir karya-karya pujian dan pengagungan untuk Tuhan (Kitab Mazmur), tetapi juga lahir generasi yang menjadi penyelamat umat manusia (Yesus Kristus).

Apakah saat ini kita sedang mengalami persoalan yang berat?
Apakah kita ingin selamanya hanyut dalam persoalan kita?
Apakah kita ingin bangkit dan percaya kita akan mampu melewati semua permasalahan kita bersama Tuhan?

Mungkin kita akan berkata, “wah kalau teorinya sih gampang, tapi bagaimana dengan prakteknya? Sudah bertahun-tahun penyakitku belum sembuh-sembuh. Setiap hari aku dimarahi orangtuaku. Aku ditinggal nikah sama pacarku. Hutangku semakin lama semakin menumpuk. Sudah berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun aku masih menganggur, dsb. Apakah aku bisa melewati semua masalah itu?"

Janganlah kita menjadi patah semangat, semakin terpuruk, bahkan putus asa sampai berpikiran aku sudah tidak sanggup lagi hidup di dunia ini. Sebaliknya, kita harus percaya, bahwa semua permasalahan kita dari sakit-penyakit, kemiskinan kita, penderitaan kita, bahkan dosa-dosa kita, sudah ditanggung dan dibayar lunas 2000 tahun silam oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Dia melakukan itu semua karena Dia adalah Allah yang mengasihi kita, dan kita adalah biji mata-Nya.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin


“...Janganlah takut sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan bahkan menolong engkau, Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan...” (Yesaya 41 : 10)

0 komentar: